Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 08 Maret 2014

psikologi pendidikan dan perkembangan teknologi



 Psikologi Pendidikan
Psikologi adalah studi ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara  memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Pengajaran dan pembelajaran merupakan sesuatu yang berbeda namun saling berhubungan. Apa sih yang dimaksud dengan “pengajaran dan pembelajaran” itu? Pengajaran merupakan suatu proses pendidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah belajar. Sedangkan pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar di lingkungan belajar.
Psikologi pendidikan pertama sekali didirikan sebelum abad ke-20 dengan beberapa perintis  psikologi, seperti

  •  William James.

James meluncurkan buku psikologi pertamanya tahun 1890 yang berjudul Prinsiples of Psychology. Dia menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan.

  • John Dewey.

Dewey merupakan motor penggerak dalam pengaplikasian psikologi di tingkat praktis. Kita  banyak mendapatkan ide penting yang dapat ditarik dari seorang tokoh psikologi ini, yaitu:Kita mendapatkan sebuah pandangan tentang anak sebagai pembelajar yang aktif (active learner).
-        Kita juga akan mendapatkan sebuah ide bahwa pendidikan yang seharusnya adalah memfokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Dewey percaya bahwa anak-anak seharusnya tidak hanya mendapatkan pendidikan secara akademiknya saja, melainkan juga diperlukan pengajaran tentang cara untuk berfikir dan beradaptasi dengan dunia di luar sekolah agar mereka mampu memecahkan suatu maslah secar reflektif.
-        Dan kita juga mendapatkan gagasan bahwa semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang selayaknya. Mengingat pada saat itu, pendidikan hanya diberikan pada sebagian kecil anak, terutama anak dari keluarga yang kaya.
E.L. Thorndike
Thorndike lebih memfokuskan perhatian pada penilaian dan pengukuran serta perbaikan dasar-dasar belajar  secara ilmiah. Beliau berpendapat bahwa tugas pendidikan disekolah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak.

Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh psikologi yang mempengaruhi perkembangan pendidikan di era sekarang.
Sebagai sebuah ilmu, tujuan psikologi pendidikan adalah memberikan kita pengetahuan riset yang dapat secar efektif diaplikasikan untuk situasi mengajar. Tetapi masalah pengajarannya tetap merupakan sebuah seni mengajar. Para ahli psikologi juga mengakui bahwa mengajar terkadang harus mengabaikan saran-saran ilmiah, tetapi menggunakan improvisasi dan spontanitas kita semua.
Cara Mengajar yang Efektif
Guru harus menguasai beragam perspektif dan strategi, serta harus bisa mengaplikasikannya secara fleksibel. Ada dua hal utama yang dibutuhkan dalam hal ini, yaitu:
·         Pengetahuan dan Keahlian Profesional
Guru yang efektif dapat menguasai hal ini dengan baik. Mereka akan memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran, dan manajemen kelas. Adapun beberapa hal yang harus dikuasai oleh seorang pengajar:
1.       Penguasaan materi pelajaran
2.       Staregi pengajaran
3.       Penetapan tujuan dan keahlian perencanaan instruksional
4.       Keahlian manajemen kelas
5.       Keahlian motivasional
6.       Keahlian komunikasi
7.       Bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang berbagai kultural yang berbeda
8.       Keahlian teknologi
·         Komitmen dan Motivasi
Di dalam komitmen dan motivasi ini, kita dapat membawa sikap positif dan semangat ke dalam kelas serta membuat kelas tersebut menjadi nyaman.

Perkembangan Teknologi
Teknologi merupakan suatu tema yang penting dalam pendidikan. Di sini kita akan mengeksplorasi tentang revolusi teknologi, internet, teknologi dan diversitas sosiokultural, serta potensi dan realitas teknologi dalam pendidikan.
Revolusi teknologi
Murid-murid dewasa ini tumbuh di dunia yang jauh berbeda dengan masa di mana ketika orang tua dan kakek mereka masih menjadi seorang murid. Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi di mana kita kini hidup. Eknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama beberapa dekade, namun teknologi tersebut masih dipakai secara sederhana dan berubah dengan lamban. Namun kini bertambah secara dramatis. Perhatikan fakta berikut ini: pada tahun 1983, hanya ada sekitar 50,000 komputer di sekolah-sekolah Amerika. Pada 2002, ada lebih dari 6 juta. Setiap sekolah di Amerika ini sedikitnya punya satu komputer, dan hampir setiap minggu, dewan sekolah menyetujui pembelian sepuluh sampai dua puluh komputer untuk meningkatkan keterampilan murid.
Meskipun berpotensi meningkatkan pembelajaran murid, sekolah masih ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi ini dibandingkan dengan lembaga lain, seperti bisnis. Komputer masih sering dipakai untuk kegiatan yang biasa, bukan untuk pembelajaran yang konstruktif dan aktif. Banyak guru tidak memiliki kemampuan yang memeadai dalam menggunakan komputer, dan banyak sekolah tidak menyediakan workshop atau pelatihan yang dibutuhkan. Hanya ketika sekolah mempunyai  guru yang terlatih secara teknologislah, maka revolusi teknologi akan benar-benar mengubah sekolah-sekolah.
Internet
Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses murid. Internet dapat menjadi alat penting untuk membantu murid belajar. Akan tetapi, internet mengandung beberapa kelemahan. Untuk menngunakannya secara efektif dengan murid, software  programnya harus diinstal di komputer kita. Agar internet dapat dipakai di dalam kelas, guru harus mempunyai dukungan teknis, instruksi dan training yang berkelanjutan.
Berikut ini beberapa cara efektif untuk menggunakan internet di dalam kelas:
·         Untuk membantu menavigasi dan mengintegrasikan pengetahuan. Internet mempunyai database informasi yang besar tentang berbagai topikyang berbeda. Saat murid, mengeksplorasi sumber-sumber internet, mereka bisa menempatkan sendiri karya mereka dalam riset dengan menyusun proyek yang mengintegrasikan informasi dari beragam sumber.
·         Mendorong belajar bersama. Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui aktivitas proyek atau tugas untuk kelompok kecil. Salah satu cara pembelajaran kolaboratif dengan menggunakan internet adalah menyuruh satu kelompok murid untuk mensurvei suatu topik. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat mengorganisasikan, menganalisis, dan meringkas data dari surver lalu membaginya dengan kelas lain di seluruh dunia. Dengan kata lain, mengirim muridnya untuk “berburu” di Internet mencari informasi atau memecahkan masalah.
·         Menggunakan e-mail. Murid menggunakan e-mail untuk berkomunikasi dengan murid lain di sekolah, negara bagian atau negara lain secara mudah.
·         Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru.
Teknologi dan Diversitas Sosiokultural
Berikut ini beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam akses dan penggunaan komputer:
·         Saring materi teknologi untuk menghilangkan bias gender, kultur dan etnis.
·         Gunakan teknologi sebagai alat untuk menyediakan kesempatan pembelajaran yang aktif dan konstruktif untuk semua murid.
·         Beri murid informasi tentang pakar dari latarbelakang gender dan etnis yang berbeda yang menggunakan teknologi secara efektif di dalam kehidupan dan karier mereka.
·         Bicaralah dengan orang tua tentang pemberian aktivitas belajar berbasis komputer di rumah.
Strandar untuk Murid yang “Melek Teknologi”
International Society for Technology in Education (2000) bekerja sama dengan US Departmentn of Education, telah mengembangkan standar untuk murid guna mencapai level grade yang berbeda. Standar tersebut ialah:
1.       Pra taman kanak-kanak sampai grade 2:
·         Gunakan alat input (mouse, keyboard, dan lain-lain) untuk mengoperasikan komputer.
·         Gunakan variasi media dan teknologi untuk mengarahkan aktivitas pembelajaran yang independen.
·         Gunakan sumber daya multimedia yang sesuai.
·         Kerja sama dengan teman, anggota keluarga, dan orang lain saat menggunakan teknologi.
·         Gunakan sumber daya teknologi (seperti teka-teki, program berpikir logis, alat menulis dan kamera digital) dalam pembelajaran.
·         Tunjukan perilaku etis dan sosial yang positif saat menggunakan teknologi.
2.       Grade 3 sampai 5
·         Gunakan keyboard dan alat input dan output secara efektif
·         Diskusikan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan keuntungan dan kerugian dari penggunaan itu.
·         Gunakan alat teknologi (seperti multimedia, alat presentasi, alat web, kamera digital, dan scanner) untuk kegiatan menulis, berkomunikasi, dan memublikasikan aktivitas individual.
·         Gunakan telekomunikasi secara efektif untuk mengakses informasi di tempat yang jauh, berkomunikasi dengan orang lain, dan mencari informasi yang menarik secara personal.
·         Gunakan telekomunikasi dan sumber daya online (seperti diskusi online, e-mail dan web) untuk berpartisipasi dalam proyek pembelajaran bersama.
·         Gunakan sumber daya teknologi (seperti kalkulator, alat pengumpul data, video dan software pendidikan)b untuk aktivitas pemecahan masalah dan pembelajaran mandiri.
3.       Grade 6 sampai 8
·         Aplikasikan strategi untuk mengidentifikasi dan memecahkan problem hardware dan software yang muncul dalam penggunaan sehari-hari.
·         Tunjukan pengetahuan tentang perubahan dalam teknologi informasi dan efeknya terhadap lapangan kerja dan masyarakat
·         Gunakan alat spesifik, software dan simulasi (seperti peralatan lingkungan, kalkulator, dan lingkungan percobaan) untuk mendukung pembelajaran dan riset.
·         Desain, kembangkan, publikasikan, dan paparkan produk (seperti halaman web dan rekaman video).
·         Teliti dan evaluasi akurasi, relevansi, dan bias dari sumber informasi elektronik yang berkaitan dengan problem dunia nyata.
4.       Grade 9 sampai 12
·         Identifikasi kapabilitas dan keterbatasan dari teknologi kontemporer dan nilailah potensi sistem dan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan personal dan pekerjaan.
·         Gunakan sumber daya teknologi untuk mengelola dan mengomunikasikan informasi personal dan profesional (seperti keuangan, jadwal, alamat, pembelian dan korespondensi)
·         Gunakan informasi online secara rutin untuk memenuhi kebutuhan riset, publikasi, komunikasi, dan produktivitas.
·         Pilih dan aplikasikan alat teknologi untuk riset, analisis informasi, dan pemecahan problem dalam pembelajaran materi.
Masa Depan: Komputer di Mana-mana
Sekarang ini kita berada di era komputer pribadi (PC), di mana satu orang punya satu komputer. Beberapa komputer percaya bahwa generasi komputer berikutnya, akan berupa ubiquitous computing, yang menekankan pada distribusi komputer ke lingkungan, ketimbang ke personal.  Perangkat teknologi umum seperti telepon dan perangkat elektronik lainnya akan terkoneksi dengan internet dan pengguna mungkin tidak menyadari perangkat mana di lingkungannya yang terkoneksi. Ubiquitos computing akan memaksa komputer eksis di dunia masyarakat. Di Indonesia sendiri pun, mulai mengembangkan teknologi komputer di sekolah-sekolah. Mereka mulai mengembangkan metode pembelajaran berupa e-learning pada murid-muridnya. Hal ini merupakan apresiasi atas berkembangnya teknologi yang semakin canggih di era sekarang ini.


Sumber Bacaan:
Santrock, John W.2007.Psikologi Pendidikan.Jakarta:Kencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar